Hari Terakhir – Hari 21

Yeay..ini hari terakhir saya membuat jurnal harian sebagai komitmen saya untuk memulai #projecteatingclean.

Hari ini dimulai dengan minum air putih. Kemudian, saya konsumsi buah pisang.

Untuk sarapan saya membuat yang simpel saja, nasi merah sisa kemarin saya kukus juga saya kukus sebentar wortel dan sayur pakcoy, lalu saya buat telor mata sapi. Tak lupa saya menyiapkan air minum yang saya sudah beri biji chia untuk saya minum kurang lebih setengah jam setelah saya sarapan.

Untuk makan siang saya memasak ikan gindara fillet yang saya goreng dengan minyak sedikit (sebelumnya saya cuci bersih ikannya, saya buat kering dan saya taburi dengan garam). Setelah matang, suwir-suwir ikannya, matikan api kemudian saya kucuri sedikit perasan jeruk nipis. Lalu saya campur dengan extra virgin oil dan daun ketumbar. Untuk sayur, saya membuat tumis tahu, pakcoy dan tauge. 

Kemudian menjelang sore, saya makan kembali menu yang sama, dan untuk malam saya makan 2 baso tahu (1 tahu, 1 siomay)…baso tahu dekat kantor suasemua ak banget, dan ngidam terus pengen baso tahu ini😁.

Baiklah saya akhiri 21 hari jurnal harian dalam rangka project eating clean saya. Bukan berarti setelah 21 hari ini saya akan makan asal-asalan, tapi saya sudah mengubah mindset saya bahwa makan makanan sehat itu kudu, harus dan itu harus jadi gaya hidup dan kebiasaan saya. Seperti tulisan pertama saya di blog ini bahwa hidup sehat itu adalah kontrak seumur hidup, bukan hanya sampai target tercapai, misal turun berat badan, tidak mengeluh sakit lagi, tapi kita harus menjaga tubuh kita yang merupakan bait Tuhan.

Hal-hal yang saya bisa simpulkan selama 21 hari ini:

– Yang utama adalah hati yang gembira. Kita harus bergembira dan hanya Tuhan yang bisa buat kita bergembira. Hati yang gembira adalah obat yang manjur.  Kalimat ini memang terbukti ampuh. Obat yang hebat itu bukanlah yang mahal harganya, obat impor atau apapun itu, tapi “hanya” hati yang gembira.

– Semakin kreatif dan bervariasi dalam memasak sesuatu karena jadinya dipaksa untuk berpikir bagaimana mengolah makanan yang sehat tanpa banyak minyak, gula, dan garam. Selain itu, mencari resep-resep bari yang sehat menjadi kegemaran baru.

– Tidak semua produk kemasan superfood perlu kita makan, makanan yang dikatakan superfood adalah makanan yang berasal dari alam, bebas pestisidan dan zat kimia lainnya. Bersyukur tinggal di Indonesia karena sayur-mayur, buah-buahan, rempah-rempah, bumbu-bumbu alam semua tersedia disini.

– Masih banyak lagi sih yang bisa disimpulkan, tapi bisa kita lanjut di tulisan-tulisan saya berikut. Nantikan yah😉..btw, selama #projecteatingclean ini saya dapat bonus turun berat badan sampai 3 kg lebih.

Ok..sampai ketemu lagi di tulisan berikut.

~Salam Sehat~

Chia Seed – Hari 20

Hari ini dimulai dengan minum air putih dua gelas. Lanjut dengan olahraga, lari sedikit dan lanjut dengan jalan kaki. Waktu untuk olahraga kali ini kira-kira 45 menit lebih.

Pulang ke rumah, saya minum segelas air putih yang sudah saya kasih biji chia 1/2 sdm. Biji Chia atau Chia Seed adalah biji yang didapat dari tanaman yang tumbuh di daerah gurun di Mexico. Tanaman ini sudah ada sejak zaman suku Maya dan Aztec. Chia dan mengandung Omega-3, serat, karbohidrat, protein, antioksidan, kalsium, serta vitamin dan mineral lainnya yang baik untuk tubuh. 

Selang setengah jam saya makan 1 buah pisang Ambon..lalu beberapa saat kemudian saya menikmati soerabi oncom.

Saya menyiapkan makan siang untuk saya bawa, saya membuat nasi goreng merah yang saya campur dengan udang (digoreng terlebih dahulu dengan minyak sedikit), telur dan sayur caisim. Saya tambahkan tahu kukus, dan juga daun ketumbar yang saya taruh di atas nasi.

Berhubung ada sisa nasi yang saya buat, saya habiskan bersama suami untuk sarapan kami. Saya buat bekal minum juga yang sudah saya taruh biji chia.

Untuk snack saya konsumsi rumput laut kemasan, dan makanan ringan yang dibalut rumput laut juga.

Untuk makan malam, kami pergi ke luar menikmati semangkok bakso..udah pengen banget dari kemarin-kemarin, yang penting gak sering makannya😁, campuran saya makan bihun..biasanya sih mie kuning yah, tapi sedang ubah kebiasaan untuk tidak terlalu banyak makan mie. Pulang ke rumah saya minum kembali air minum yang sudah ditaburi biji chia.

~Salam sehat~

Memasak Praktis – Hari 19

Kebanyakan orang berpikir bahwa memasak memerlukan waktu lama dan persiapan, termasuk tidak praktis yang akhirnya membuat mereka tidak memasak dan makan di luar rumah.

Saya sendiri belajar mengusahakan untuk memasak tidak terlalu lama, termasuk pengalaman pagi ini. Ketika perut sudah lapar, dan ingin makan. Saya memasak yang praktis, nasi merah sudah saya masak terlebih dahulu, kemudian saya membuat telur dadar dan sayur caisim yang saya campur dengan tomat rebus dan sisa tahu kukus kemarin. Tidak sampai 20 menit saya sudah bisa makan dan sehat pula.

Sebelum makan dengan menu di atas terlebih dahulu saya konsumsi 1 buah pisang muli dan 1 buah jeruk.

Untuk makan siang saya makan nasi merah, sayur yang sama dengan sebelumnya dan ikan goreng kembung sisa kemarin.

Snack sore saya mengonsumsi kacang edamame, dan untuk makan malam saya memilih makan di luar bersama suami. Menu yang saya piluh spagheti oglio dan campuran dimsum. Sedikit salah pesan tentang dimsum, saya pikir dimsumnya kukusan, ternyata menunya semua digoreng😏…yowess sekali-kali…ditambah saya cicip-cicip dikit menu yang dipesan suami, nasi putih, ayam bakar, tahu goreng dan sambal matah.

Baiklah sekian dulu cerita hari ini dengan kesimpulan makan di luar itu emang jauh lebih mahal😁.

~Salam Sehat~

Olah Sayur Tidak Terlalu Lama – Hari 18

Memulai hari setelah minum air putih, saya konsumsi buah, pisang muli 2 buah dan jeda beberapa lama saya konsumsi buah strawberry.

Berhubung dari pagi saya sudah di luar, jadi hari ini saya memutuskan tidak berolahraga. Pulang ke rumah saya menyiapkan makanan buat saya. Saya panaskan nasi putih sisa ke dalam kukusan, saya masukkan juga tahu dan bayam ke dalam kukusan. Untuk bayam hanya 1 menit saya kukus supaya nutrisinya tidak banyak berkurang. Untuk semua sayuran jangan mengolahnya terlalu lama atau terlalu matang, cukup sebentar saja, sebisa mungkin setengah matang. Karena itu, kalau memungkinkan belilah syauran organik yang bebas dari pestisida, jadi kalaupun kita makan mentah itu tidak masalah buat tubuh kita. Tidak lupa saya tambahkan ikan tenggiri yang saya goreng dengan minyak sedikit. Inipun sisa yang ada di kulkas. Tips sedikit untuk mengolah ikan tenggiri. Saya olah dengan cara mengungkepnya menggunakan sedikit air, dan menjelang menyusut saya berikan sedikit garam. Setelah itu, kita bisa masukkan ungkepan ikan ke dalam kulkas dan bisa tahan berhari-hari. Kalau kita mau memakan ikan tersebut, tinggal keluarkan dari kulkas dan goreng sebentar saja dengan sedikit minyak untuk memberikan kerak-kerak di ikannya.

Menjelang siang, saya mengolah masakan goreng ikan kembung goreng, tahu goreng dan tempe goreng, serta tumis kangkung. Saya makan nasi putih, tahu kukus (karena masih ada sisa), tempe goreng, ikan tenggiri sisa tadi pagi, dan sayur tumis kangkung.

Untuk snack sore, saya makan kacang edamame..sangat sehat dan nikmat. Makan malam, saya konsumsi nasi putih, tahu goreng, tempe goreng, ikan gembung goreng, sedikit potongan ayam goreng (minta suami), ulukutek yang dibeli suami (makanan sunda, leunca yang dicampur sambal oncom), dan sayur salada mentah..banyak banget menu malamnya..sesekali😁.

Kita tetap harus mengatur pola makan kita, optimalkan 80% bahkan lebih untuk eating clean, sisanya sekalipun mau makanan luar tentu saja prinsipnya jangan berlebihan, sebisa mungkin hindari MSG/Vetsin.

~Salam Sehat~

Jangan Sampai Dehidrasi setelah Olahraga – Hari 17

Hari ini, saya mulai aktivitas olahraga saya dengan berjalan kaki sekaligus membeli bahan makanan ke tukang sayur..ini karena diajak tetangga.

Pulang ke rumah saya konsumsi 1 buah pisang. Nah, berikutnya saya lanjutkan dengan berolahraga yoga. Tidak lupa saya minum air putih setelah olahraga untuk mencegah dehidrasi. Biasakan juga jika olahraga yang kita lakukan cukup bera, di sela-sela olahraga minumlah air putih. Jangan minum air kemasan yang kata iklan bisa membangkitkan ion dalam tubuh, karena di dalam minuman kemasan seringkali komposisi gula pengganti sudah ditambahkan.

Lanjut dengan makan berat, saya mengolah nasi putih kemarin (sisanya banyak banget), digoreng dengan telur, campur dengan sisa ikan tenggiri kemarin, dan tahu putih sisa juga. Memanfaatkan makanan sisa dan jadinya enak banget. Saya makan bersama sayur salada mentah.

Menjelang siang, saya konsumsi kembali 1 buah pisang kecil (pisang muli), dan berhubung saya lagi di luar, saya konsumsi 1 buah jeruk yang saya buat bekal dari rumah.

Pulang ke rumah, saya makan seperti tadi pagi, nasi goreng, sayur salada, dan tambahannya tahu goreng.

Untuk makan malam, saya makan sate ayam dengan lontong. Lontongnya satu saja.

~Salam Sehat~

Buah di Pagi Hari itu Bagus – Hari 16

Olahraga saya hari ini Yoga. Sebelumnya saya mengonsumsi buah strawberry dan pepaya sebagai sarapan. Mengonsumsi buah di pagi hari sangatlah bagus. Banyak orang beranggapan bahwa makan buah jangan dengan perut kosong, tapi sebenarnya sangat baik makan buah setengah jam sebelum makan yang lain.

Untuk makan siang, saya mengonsumsi nasi merah, ikan tenggiri goreng dengan minyak sedikit dan sayur pakcoy rebus dengan tahu putih.

Kemudian, untuk snack saya konsumsi 1 buah pisang. Menjelang sore saya makan kembali dengan menu yang sama, tambahannya tahu goreng.

Untuk malam saya ingin sekali makan makanan luar, agak bosan dengan makanan rumah. Jadi, saya minta suami saya untuk membelikan siomay dan saya makan 5 siomay dengan bumbu kacangnya..yummy..hehe😁.

Memasak di Rumah Lebih Murah – Hari 15

Dimulai dengan minum air putih, saya lanjutkan dengan aktivitas olahraga, kali ini saya hanya berolahraga lari sejauh 2 km saja, ditambah dengan jalan kaki..kira-kira setengah jam lebih saya berolahraga. Pulang berolahraga paling enak bawa belanjaan untuk menu makan hari itu.

Setelah berolahraga saya sarapan bubur kacang hijau dengan campuran sedikit ketan hitam. Berhubung saya sedang menyelenggarakan event, jadi waktu untuk memasak tidak memungkinkan di pagi hari.

Setelah selesai event, ketika pulang ke rumah, saya memasak dahulu. Sebenarnya akan lebih mudah ketika saya membeli makanan di luar tapi jarang sekali saya menemukan masakan luaran yang menerapkan hidup sehat. Mau tidak mau harus memasak di rumah, lagipula kalau dihitung-hitung jauh lebih murah makan masakan rumah ketimbang beli di luar.

Siang ini, sekalipun terlambat jam makan siangnya, saya makan masakan yang saya buat dengan pengucapan syukur, ada nasi merah, ikan tenggiri, dan tumis sayur kangkung. 

Menjelang sore, suami saya membawakan snack, pia kacang hijau..saya tak kuasa menolah, jadi saya makan dua😂.

Untuk makan malam, saya hanya mengganti menu sayur, saya masak mendadak sayur pakcoy yang direbus dengan tahu putih.

Hari sudah larut dan saya lupa makan buah hari ini. Mungkin karena terlalu sibuk, jadi sempat tidak teratur makannya, sebenarnya harus diperhatikan dengan baik jam makannya, usahakan sama waktunya setiap harinya.

Untuk buah kali ini saya mengonsumsi buah strawberry, langsung makan buahnya tanpa di jus dan rasanya enak banget, tidak asam cenderung manis.

Ok, jadi saya sarankan untuk masak di rumah, selain lebih murah ketimbang makan di luar, pastinya terjamin kesehatannya.

~Salam Sehat~