Kurangi Gorengan dan Kurangi Garam

Kalau kita pergi ke ahli gizi atau ahli diet nutrisi, pastinya kita bakal dikasih saran untuk mengurangi yang digoreng-goreng dan juga mengurangi garam.

Adalah baik untuk kita membatasi asupan garam. Selain pada garam dapur, garam juga ada di dalam bahan makanan yang mengandung ikatan Na+ (Natrium) misalnya : makanan yang diasinkan (ikan asin, telur asin), makanan yang diawetkan (dendeng, abon), makanan dalam kaleng, bumbu (terasi, tauco, vetsin, kecap, saus), camilan (biskuit, roti, dan kue) ; (sumber: leaflet RS Limijati; diet rendah garam).

Bukan berarti kita gak bisa makan makanan yang mengandung garam, tapi batasi penggunaannya atau kurangi kuantitas garamnya. Begitu juga dengan makanan yang digoreng-goreng, usahakan menggunakan sedikit minyak. Minyak zaitun (olive oil) sangat bagus digunakan untuk memasak makanan, tapi kalau kita ngerasa harganya cukup mahal bisa juga menggunakan minyak jagung (canola oil). Bisa juga kalau kita ingin makan sesuatu yang digoreng, misal ikan goreng, tahu dan tempe goreng, usahakan dalam satu kali makan hanya satu jenis saja yang digoreng, yang lainnya bisa direbus, dikukus, dipanggang atau dibakar.

Salah satu contoh waktu buatin bekal untuk suami di kantor.

image

Saya masak ikan kembung goreng, nah yang lainnya gak saya goreng, saya buat tahu kukus dan buncis kukus. Waktu mengukus saya gak nambahin garam lagi karena ketika dikukus rasa gak akan terlalu hilang dibandingkan jika kita merebus tanpa garam. Hanya di ikan saja saya tambahkan garam sedikit. Sebagai pelengkap lauk pauk ini saya buat nasi merah dan tambahan kecap dan cabe rawit.

Jadi, ayo untuk tubuh yang lebih baik kita kurangi penggunaan minyak dan garam di setiap makanan yang kita konsumsi.

~Salam Sehat

Sarapan itu Penting

image

Beberapa waktu lalu saya lihat artikel dan tayangan TV yang dikeluarin oleh satu brand susu terkenal di Indonesia, brand ini lagi menggalakkan “Bulan Sarapan Sempurna” bulan Maret 2016 kemarin.
Brand ini terdorong menggelar program “Bulan Sarapan Sempurna” gara-garanya berdasarkan hasil penelitian SEANUTS tahun 2011 disebutkan bahwa hanya 1 dari 10 anak Indonesia usia 1-12 tahun yang memiliki kuantitas dan kualitas sarapan (sumber: Tabloid Nova XXIX – Maret 2016).

Wow..ternyata dikit banget neh anak Indonesia yang sarapan dengan benar. Padahal sarapan dapat meningkatkan konsentrasi ketika mereka belajar, dan dengan demikian mereka bisa jadi pribadi yang unggul, berikutnya mereka bisa berkarya dengan hebat bagi bangsa ini.

Gimana neh kita-kita yang dewasa? Apakah kita sudah memiliki kuantitas dan kualitas sarapan yang baik?

Masalahnya kebanyakan orang dewasa bergelut dengan yang namanya diet, bisa jadi pergaulan, lingkungan sosial dan pekerjaan mereka menuntut untuk berpenampilan lebih ramping dan kurus. Nah, kebanyakan orang yang melakukan diet suka salah kaprah, berpikir bahwa diet itu tidak makan, akhirnya mereka melewatkan sarapan mereka dan cukup hanya makan satu kali saja di siang hari. Wow…hal itu bisa merusak tubuh kita lho.

Sarapan itu penting, apalagi untuk memulai hari supaya kita memiliki energi melakukan aktivitas kita sepanjang hari. Bayangkan sebuah mobil ketika tangki bensinnya kosong, tidak mungkin mobil itu bisa jalan, pastinya mobil itu harus diisi bensin. Begitu juga kita, setelah tidur semalaman dan pagi hari tubuh kita sudah harus diisi “bensin” lagi, yakni sarapan yang sehat.

Sarapan saya hari ini seperti yang digambar atas, yakni roti tawar gandum yang saya isi dengan sayuran salada, telur dadar dengan minim minyak, tomat, dan keju. Tambahannya adalah air jeruk lemon…yummy☺.

Nah, ayo kita sarapan yang sehat untuk menjaga tubuh kita.

~Salam sehat

Hidup Sehat Kontrak Seumur Hidup

Nah….hari ini perdana neh saya nulis di blog ini. Pengen banget post-post dari blog ini bisa bermanfaat buat orang yang membacanya.

Kalau liat dari judul ada kalimat “kontrak seumur hidup”..woww..kayak yang lebay..

But anyway, it is true…kalau kita memutuskan untuk mengubah cara hidup kita jadi cara hidup sehat, itu gak bisa berlaku hanya untuk sementara. Komitmen yang kita buat itu jadi kontrak seumur hidup buat kita.

Apa aja yang jadi sorotan dalam hidup sehat ini:
1. Pertama, seumur hidup atur pola makan yang bagus.
2. Kedua, seumur hidup lakukan olahraga secara rutin dan konsisten.
3. Ketiga, seumur hidup miliki kebiasaan istirahat yang cukup.

Saya pernah neh berpikir waktu saya mulai untuk ubah pola hidup saya dalam rangka fat loss, saya berpikir kalau saya sudah mencapai target berat badan yang saya inginkan, lalu saya bakal melonggarkan aturan makan saya, gak akan terus makan sehat seperti yang saya lakukan dalam program fat loss.
Ternyata pikiran saya itu salah, pola makan yang baik dan sehat harus terus dilakukan sekalipun berat badan saya sudah mencapai ideal. Itu sudah menjadi kontrak seumur hidup kita. Tetap kurangi minyak dan garam dalam makanan kita, tetap untuk mengurangi konsumsi yang manis-manis, tetap untuk mengonsumsi makanan sehat yang memiliki gizi seimbang.

Sepertinya kita bakal tersiksa..tapi sebenarnya gak, hal ini bagus untuk kesehatan kita…secara kalau kita hidup, gak pengen dong hidup kita sakit-sakitan.

Ok deh..sekian dulu yah..tar saya lanjut dengan post-post selanjutnya.

Salam hidup sehat.